Tue. Oct 30th, 2018
surat bos first travel - matajurnal

Bos First Travel: Ancam Ungkap Keterlibatan Semua Melalui Surat!

Matajurnal – Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menolak banding yang diajukan oleh Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Akibat dari penolakan tersebut, aset perusahaan penyedia jasa travel dan umrah itu tetap akan di sita negara.

Andika melalui surat yang ditulisnya mengancam akan membongkar keterlibatan semua orang di balik skandal First Travel. Hal ini dilakukan oleh bos First Travel karena ketidak adilan hukum yang berjalan.

Surat Skandal Umrah Bos First Travel

“Kejaksaan, Pengadilan mendzolimi saya. Aset saya dihilangkan, negara merebut aset saya. Saya akan buka semua keterlibatan orang-orang di balik First Travel. Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umrah. Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini,”

Pengacara Andika, Rony Setiawan membenarkan bahwa surat tersebut merupakan tulisan Andika. Rony enggan menjelaskan lebih lanjut karena akan ada jumpa pers terkait hal ini pada Rabu besok. “Semua akan kami jelaskan nanti,” tuturnya.

Foto surat itu juga didapat dari Riesqi Rahmadiansyah, pengacara jemaah korban penipuan First Travel. Menurut Riesqi, surat itu diterima pada Senin (27/08/2018) sore. “Saya dapat dari anak Andika, surat itu disampaikan ke kuasa hukumnya,” ujar Riesqi.

Putusan banding terhadap Andika dan Anniesa telah dikeluarkan pengadilan Tinggi Bandung pada 15 Aguustus 2018. Majelis hakim yang mengadili banding tersebut diketuai oleh hakim Arif Supratman dengan anggota hakim Ade Komarudin dan Abdul Fattah.

Ditolaknya banding Andika dan Anniesa, membuat keduanya dihukum 20 tahun dan 18 tahun penjara. Putusan yang menguatkan vonis PN Depok itu juga membuat aset Bos First Travel tetap disita oleh negara.

Jumlah total aset Andika dan Anniesa yang disita negara masih simpang siur. Selain itu, klarifikasi soal jumlah banyaknya aset yang disita itu diperlukan, sebab pengacara Bos Frist Travel mengaku tidak memiliki daftar aset yang disita.

Jemaah lebih berharap aset Bos First Travel yang disita negara dikembalikan ke jemaah, ketimbang jumlah kurungan pidana bagi Andika dan Anniesa. Para jemaah tidak ingin aset Bos First Travel yang bisa digunakan untuk menutupi kerugian jemaah lenyap begitu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *