Proyek Kereta Cepat RI – Jepang di Percepat!

Matajurnal – Indonesia – Jepang telah sepakat memperkuat kerjasamanya dengan mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk kereta cepat Jakarta – Surabaya. Hal ini telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Retno mengatakan kedua negara juga sepakat mempercepat sejumlah proyek infrastruktur lain seperti Mass Rapid Transit ( MRT ) Jakarta dan pembangunan Pelabuhan Patiban di Subang, Jawa Barat.

Proyek Kereta Cepat

Pemerintah memutuskan Jepang sebagai mitra dalam mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta – Surabaya pada 2016 lalu. Proyek itu dibangun dengan metode pembiayaan pinjaman lunak atau Soft Loan, dengan tenor 40th dan masa tenggang 10th dengan bunga 0,5%.

Metode transportasi baru ini diharapkan bisa memangkas jarak jarak tempuh Jakarta – Surabaya menjadi 5 jam saja dari semula 12 jam.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tidak menjelaskan secara detai mengenai percepatan pengerjaan proyek ini. Namun, pemerintah menyatakan pembangunan jalur kereta cepat ini akan dimulai pada tahun depan dengan pembangunan perlintasan baru.

Sementara itu, rute dari Semarang menuju Surabaya akan menggunakan perlintasan milik PT Kereta Api Indonesia (persero) atau KAI.

Dalam dialog strategi Indonesia – Jepang yang ke-6 ini, Retno dan Kono juga menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) mengenai kerangka kerja sama pembangunan pusat maritim dan perikanan di pulau – pulau terluar Indonesia.

Memperluas Kerjasama

Selain dalam bidang infrastruktur, Kono juga menekankan bahwa kedua negara telah sepakat bekerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, hingga pariwisata. Hubungan kerjasama ini dipercaya dapat menguntungkan kedua negara dengan.

Menurutnya, hubungan kerjasama kedua negara ini terus menunjukan tren positif, dimana pada 2017 masing-masing nilai perdagangan investasi mencapai US$33,03 miliar dan US$5 miliar.

Kono juga mengatakan Indonesia – Jepang juga telah menggodok penguatan kerja sama dalam bidang pariwisata demi menggaet 1 juta turis bagi masing-masing negara. Mari kita tunggu saja kerjasama kedua negara ini, semoga berjalan dengan baik dan saling menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *