Tue. Oct 16th, 2018

Deddy Mizwar Ngotot: Saya Enggan Hadir Debat Pilgub Jabar Terakhir!

Matajurnal – Ajang debat kandidat ketiga dalam ajang pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Jawa Barat akan dilaksanakan besok. Namun, Calon Gubernur Jabar Deddy Mizwar enggan hadir jika kepolisian tidak menjamin acara itu bakal berlangsung dengan aman.

“Saya minta jaminan keamanan, Kalau tidak ada jaminan keamanan secara tertulis saya tidak akan hadir. Kemungkinan ketidak hadiran sya karena menyangkut persoalan nyawa manusia dan persatuan bangsa kita”, ujar Deddy saat kampanyenya di Terminal Ciacaheum, Bandung, Kamis(21/06).

Potensi Kerusuhan

Pria yang akrab disapa Demiz itu khawatir debat pasalon ketiga yang akan digelar Jumat (22/06) besok berpotensi ricuh. Hal itu dianggap sebagai imbas polemik yang terjadi pada debat kedua, dan bisa mengganggu proses Pilkada Jabar sehingga merugikan masyarakat.

“Potensi kerusuhan tetap ada karena debat kedua kemarin ribut, dan belum ada penyelesaian antar-tim pendukung,” kata Deddy.

Bahkan kericuhan pada debat kedua terus bergulir dan memicu kasus-kasus lainnya. Seperti adanya aksi demo yang terjadi di DPW PKS Jabar beberapa waktu lalu, dimana PKS dituduh sebagai dalang dan sarang teroris yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain dua persoalan tersebut, beberapa persoalan juga membuat suhu politik di Jabar semakin panas. Antara lain kasus tercecernya  E-KTP di Bogor beberapa waktu lalu dan pelantikan Komjen Mochammad Iriawan sebagai pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Kementrian Dalam Negri.

“Kalau ini semua terpicu dalam debat tadi tanpa ada jaminan keamanan yang jelas, maka kemungkinan ada pertumpahan darah. Kalau ada pertumpan darah, maka pilkada berpotensi untuk ditunda dan uang rakyat habis,” ujarnya.

Ketika disinggung soal sikap pasangannya (Dedi Mulyadi) yang tetap bakalan hadir dalam debat kandidat, Deddy mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu, silahkan saja. Sikap saya demikian. Saya eggak mau hadir tanpa jaminan keamanan dari pihak kepolisian”, Ujarnya.

Pada debat Pilkada Jabar beberapa waktu lalu, sikap pasangan Sudrajat-Ahmad sempat mematik kericuhan. Penyebabnya adalah mereka memperlihatkan kaos “Sudrajat-Syaikhu menang, 2019 ganti Presiden” saat menyampaikan pernyataan penutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *