Sat. Dec 1st, 2018

Rini Soemarno Menjelaskan Penjualan Aset PERTAMINA!

Matajurnal – Setelah didatangi ribuan masa dari FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pagi tadi akhirnya menemui para demonstran yang datang ke Gedung Kementerian BUMN.

Rini menjelaskan pada demonstran yang resah mengenai adanya surat empat aksi korporasi bakal dilakukan Pertamina, termasuk menjual aset-asetnya ke pihak swasta. Dalam surat tersebut Rini Soemarno sudah menandatangani keputusan tersebut.

Penjualan Aset Pertamina Sudah Ditandatangani

“Saya sudah bicara dengan Presiden (FSPPB) terimakasih hadir disini saya yakin ini kepedulian terhadap pertamina,” katadia di depan gedung kantor kementerian BUMN saat menemui para demonstran, Jumat (20/07/2018).

Rini meminta para pekerja terutama para peserta aksi tidak perlu resah dengan adanya surat Kementerian BUMN terkait rencana aksi korporasi Pertamina yang salah satunya terkait penjualan aset perusahaan Migas pelat merah tersebut.

Karena menurut Rini dalam surat itu dikatakan apapun yang dilakukan Manajemen Pertamina harus dilakukan secara transparan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Baca betul surat saya, bilang tolong dikaji untuk kemungkinan ini. Jangan lupa bahwa kontrol tetap harus ada di Pertamina dan jangan lupa bilang gini, saya sebagai pemegang saham mungkin menjerumuskan Pertamina,”.

Sebelumnya surat mengenai penjualan aset Pertamina yang telah ditandatangani oleh menteri BUMN berisi soal, Persetujuan Prinsip Aksi Korporasi untuk Mempertahankan Kondisi Keuangan PT. Pertamina (persero) yang ditandatangani Rini Soemarnoe pada 29 Juni 2018.

Berdasarkan surat yang beredar, ada 4 aksi korporasi yang bakal dilakukan Pertamina, termasuk menjual aset-asetnya kepada pihak swasta. Yaitu:

  1. Share down aset hulu selektif (termasuk namun tidak terbatas pada participating interest, saham kepemilikan, dan bentuk lain) dengatn tetap menjaga pengendalian Pertamina untuk aset strategis dan mencari mitra kredibil dan diupayakan memperoleh nilai strategis, seperti akses ke aset hulu di negara lain.
  2. Spin off bisnis RU IV Cilacap dan Unit Bisnis RU V Balikpapan ke anak perusahaan dan potensi farm in mitra di anak perusahaan tersebut yang sejalan dengan rencana Refinery Development Master Plan (RDMP).
  3. Investasi tambahan dalam rangka memperluas jaringan untuk menjual BBM umum dengan harga keekonomian, seperti Pertashop.
  4. Penjualan ulang kebijakan perusahaan yang dapat berdampak keuangan negara secara signifikan dengan tidak mengurangi esensi dari tujuan awal.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *