Sat. Dec 1st, 2018
penamparan petugas bandara

Turis Penampar Petugas Imigrasi Bandara di Tahan!

Matajurnal – Kasus penamparan petugas Imigrasi oleh warga negara asing di Bandara Ngurah Rai, Bali, memasuki babak baru. Turis yang berasal dari Inggris itu kini harus menghadapi proses pidana akibat perbuatan yang tidak terpuji kepada petugas Imigrasi.

Kepala Bagian Humas Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham Agung Sampurno mengatakan selain penamparan, perempuan berinisial AT itu juga kedapatan melakukan pelanggaran administrasi keimigrasian.

WNA Penampar Petugas Bandara Imigrasi di Tahan

“Ketika diperingatkan telah overstay yang didapat justru pristiwa tidak menyenangkan (penamparan). Karena itu kita bawa ke ranah hukum, ” ujarnya melalui sambungan satelit dalam sebuah program tv swasta pada Kamis, 2 Agustus 2018.

Menurut Agung, secara prosedur, WNA yang terbukti overstay akan langsung di deportasi ke negaranya. Namun dalam kasus ini AT harus ditahan untuk proses hukum lebih lanjut atas kasus pemukulan.

Saat ini At telah ditahan di detensi imigrasi Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bandara Ngurah Rai, Bali. “Kita ingin memberikan efek jera kepada orang asing seperti ini. Kalau dipulangkan saja tidak jera. Proses di kepolisian harus diselesaikan meskipun di deportasi juga, ” ujarnya.

Kasus ini bermula ketika video AT yang memaki petugas imigrasi diikuti penamparan viral di media sosial. Dalam video tersebut AT kesal batal terbang kenegara asalnya karena harus menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran imigrasi yang telah dilakukannya.

Diketahui AT menggunakan visa on arrival saat masuk ke Indonesia dan sudah kadaluarsa sejak Febuari 2018.

Secara prosedur, WNA yang overstay kurang dari 60 hari dikenakan dengan sebanyak 25 dolar setiap harinya. Sementara jika melebihi batas waktu tersebut akan langsung di deportasi dan di cekal tidak boleh lagi masuk ke Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *