Masalah Pemprov DKI Dan Mewahnya Tong sampah Jerman!

Jakarta, Pusat Pemerintahan yang tiada habisnya dengan segelintir masalahnya.Belum habis dengan masalah seperti kemacetan, lapangan pekerjaan, banjir musiman dan lain sebagainya. Kali ini sedang ramai dengan beredarnya kabar pembelian bak sampah.

Kasudin Lingkungan Hidup Provinsi DKI Isniawan Adji Menuturkan pembelian Garbage Bin 660 Liter atau tempat sampah dimaksud untuk memodernisasi proses pengumpulan sampah Ibukota.

Isnawan menuturkan bahwa selama ini pengelolaan sampah di Jakarta terbilang tradisional. Oleh karenanya adanya tong sampah tersebut, maka Jakarta akan sejajar dengan kota-kota maju.

Harga Yang Luar biasa!

Banyak masyarakat yang mengkritik tentang uang yang di keluarkan untuk pengadaan bak Sampah. Satu tong sampah seharga USD253,62 atau setara Rp.3,59 juta per unit dan belum termasuk biaya pengiriman dari Jerman ke Indonesia. Fantastis bukan?

Inilah yang memicu berbagai opini masyarakat, mulai dari pertanyaan, kritikan, bahkan cacian terhadap Pemprov DKI Jakarta. Bahkan Pemprov DKI berencana akan mendatangkan 2.640 buah tong sampah berroda atau garbage bin 600 liter dengan nilai Rp. 9,58 Miliar.

Hal ini bukanlah kali pertama Pemprov DKI melakukan pengadaan tong sampah dengan harga luar biasa. Pada tahun 2017 lalu Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pengadaan tong sampah sebanyak 1.500 unit dengan ukuran 140 liter dan 1.000 unit untuk ukuran 160 liter.

Pengadaan tong sampah atau garbage bin tahun ini merupakan langkah lanjutan dari pengadaan tahun lalu. Akan tetapi banyak dari masyarakat yang kurang sependapat dengan hal ini, karena angka yang begitu tinggi hanya untuk sebuah tempat sampah.

Jika di logika, kenapa tidak membuat sendiri untuk menekan biaya atau menghemat anggaran belanja? padahal banyak karya anak bangsa yang tidak kalah dengan produk luar. Tapi entah-lah, mungkin ini merupakan salah satu usaha pemerintah untuk memajukan negara.

Mari kita dukung dan suport terus usaha pemerintahan, semoga tidak berakhir dengan kekecewaan dan hutang yang tidak bisa terbayar. Tapi pemetintahan juga wajib memikirkan untuk membuat produk sendiri lewat karya anak bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *