Tue. Oct 30th, 2018
Obat lithium, apa itu lithium, efek samping obat lithium, dosis obat lithium, fungsi obat lithium sebenarnya, dampak menggunakan obat lithium, lithium adalah

Obat Lithium

MatajurnalLithium – Terdapat berbagai jenis obat-obatan di dunia ini yang memiliki bentuk dan macam yang berbeda. Mulai dari jenis obat untuk penyakit yang ringan hingga penyakit yang berat. Tapi apakah kalian sudah mengetahui jenis-jenis obat dan fungsi dari obat itu sendiri? Seperti obat Lithium?

Kali ini kita kan membahas dengan tuntas, mulai dari jenis obat hingga efek samping dari obat lithium. Sperti apa fungsi dan kegunaannya lithium untuk kesehatan tubuh kita? berikut adalah penjelasannya:

Apa itu Obat Lithium?

Lithium adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan mood (suasana hati), salah satunya adalah gangguan bipolar, dimana penderitanya dapat mengalami pergantian dua fase mood yang ekstrim, yaitu episode mania (fase naik dan depresi (fase turun).

Lithium bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas kimiawi di dalam sistem saraf dan otak agar frekuensi perubahan suasana hati seseorang menjadi berkurang. Dengan begitu, seseorang tetap bisa mengendalikan suasana hati saat menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Obat lithium sudah digunakan lebih dari 50 tahun, karena terbukti snagat efektif untuk menangani gangguan mood. Efektivitas obat ini bisa dirasakan jika digunakan sesuai dengan resep dokter. Terlalu banyak mengkonsumsi lithium bisa menyebabkan keracunan. Sebaliknya, jika digunakan dengan dosis yang terlalu rendah, efek lithium tidak maksimal.

Merek dagang: Frimania, Camcolit, Priadel, dan Liskonum.

Tentang Obat lithium

Berikut adalah informasi obat lithium:

Peringatan

  • Harap berhati-hati jika anda memiliki penyakit sindrom Brugada, dehidrasi, gangguan ginjal, jantung dan pembuluh darah.
  • Informasikan kepada dokter jika anda sedang hamil, menyusui, sedang dalam program kehamilan atau sedang menjalani diet.
  • Jika mengalami reaksi alergi setelah mengkonsumsi lithium, segera periksa ke dokter.

Dosis Lithium

Dosis obat lithium berbeda-beda, tergantung pada kondisi yang dialami pasien. Jika lithium berbentuk tablet dikonsumsi untuk pengobatan tahap awal, dokter akan memberikan dosis sebanyak 1-1,5 g/hari. Sedangkan jika digunakan untuk upaya pencegahan, dosis-nya berkisar antara 300-400 mg/hari.

Untuk pengobatan tahap awal dengan obat sirup, dokter akan memberikan dosis sebanyak 450-675 mg yang dikonsumsi dua kali sehari. Sedangkan untuk pencegahan, dosis-nya adalah 450 mg dua kali sehari.

Cara Mengkonsumsi Obat Lithium

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan lithium. Umumnya, obat ini akan mulai dikonsumsi di rumah sakit dengan pengawasan dokter. Pasien akan menjalani tes darah beberapa kali untuk memastikan apakah dosis yang diberikan pas untuk pasien.

Efektivitas obat lithium akan maksimal jika dikonsumsi sesudah makan. Jika diresepkan lithium tablet, konsumsi dengan bantuan air putih. Perbanyak minum air putih untuk mencegah efek berbahaya (toksik) dari obat ini.

Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh dan juga aktivitas yang banyak mengeluarkan keringat, seperti olahraga atau sauna, agar tidak banyak cairan yang keluar dari tubuh.

Bagi pasien yang lupa mengkonsumsi obat lithium, disarankan untuk segera melakukannya, jika jeda dengan awal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Obat

Jiak digunakan bersama dengan obat-obatan tertentu, lithium bisa menimbulkan reaksi berupa peningkatan efek samping atau justru mengurangi efektivitas obat itu sendiri. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi lithium bersama dengan dronedarone, ziprasidone, cisapride, dofetilide, thioridazine, pimozide, serta obat stimulan untuk mengatasi ADHD atau narkolepsi.

Efek Samping Lithium

Sama seperti obat-obatan yang lainnya, obat lithium berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping obat lithium yang mungkin ditimbulkan oleh lithium antara lain:

  • Penurunan berat badan.
  • Mudah lelah dan pingsan.
  • denyut nadi dan jantung tidak beraturan.
  • Mudah merasa haus dan sering buang air kecil.
  • kebingungan serta kehilangan daya ingat dan kesadaran.
  • Pernapasan terganggu, terutama setelah beraktivitas berat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *