Tue. Oct 30th, 2018
Diazepam, obat diazepam, apa itu obat diazepam, dosis diazepam, informasi obat diazepam, caram menggunakan obat diazepam, diazepam adalah obat untuk

Obat Diazepam

MatajurnalDiazepam – Mungkin kita semua tau, ada berbagai jenis obat-obatan di dunia ini yang memiliki bentuk dan khasiat yang berbeda. Mulai dari obat untuk penyakit ringan hingga penyakit berat. Tapi apakah kalian tau jenis obat-obatan dan fungsi dari obat itu sendiri? Seperti obat Diazepam?

Berikut ini kami akan membahas secara tuntas tentang obat diazepam. Seperti apa fungsi dan kegunaan obat ini untuk kesehatan tubuh kita? Berikut ini adalah penjelasannya:

Apa Itu Diazepam?

Diazepam adalah salah satu jenis obat benzodiazepine yang dapat mempengaruhi sistem saraf otak dan memberikan efek penenang. Diazepam bekerja dengan cara mempengaruhi neurotransmiter, yang berfungsi memancarkan sinyal ke sel otak. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, insomnia, kejang-kejang, gejala putus alkohol akut, serta digunakan sebagai obat bius sebelum operasi.

Obat diazepam tidak disarankan untuk digunakan secara jangka panjang dan maksimal umumnya hanya sekitar 4 minggu. Efek obat ini bisa bertahan selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah dikonsumsi.

Merek dagang: Prozepam, Valdimex, Trazep, Valisanbe

Informasi Komposisi Obat Diazepam

Peringatan

  • Jangan menggunakan diazepam dalam jangka panjang untuk menghindari ketagihan, kecanduan dan efek kebal terhadap obat.
  • Hindari mengkonsumsi minuman yang mengandung alkohol selama pengobatan karena berpotensi meningkatkan efek sedatif dari obat.
  • Diazeplam dapat mengakibatkan rasa ngantuk, pusing dan penglihatan kabur. Usahakan jangan mengemudi atau mengoprasikan alat berat saat mengkonsumsi obat ini.
  • Harap berhati-hati bagi pecandu narkoba dan alkohol, penderita saluran pernafasan, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan mental, kelainan pada darah, glukoma dan myasthenia gravis.
  • Temu dokter jika mengalami perubahan pola pikir atau prilaku. Obat ini bisa menyebabkan kebingungan, halusinasi dan bahkan keinginan untuk bunih diri.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Diazepam

Taatilah selalu anjuran dari dokter dan ketentuan dalam menggunakan diazepam. Berikut ini adalah dosis diazepam secara umum untuk orang dewasa dan anak-anak:

Bagi lansia, dosis akan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan penyakit yang dialami. Umumnya, dosis untuk mereka adalah setengah dari dosis orang dewasa. Untuk diazepam dalam bentuk suntik atau supositoria rektal, dokter akan menyesuaikan dengan kondisi pasien di rumah sakit.

Cara Menggunakan Obat Diazepam Dengan Benar

Cara menggunakan obat diazepam dalam bentuk oral dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jika anda mengkonsumsi diazepam untuk mengatasi insomnia, konsumsi-lah obat ini sebelum tidur. Dosis diazepam biasanya akan diturunkan oleh dokter secara perlahan-lahan sebelum dihentikan total. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gejala putus obat.

Jika anda lupa mengkonsumsi diazepam, disarankan untuk segera melakukannya, jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosisnya. Hindari konsumsi grapefruit untuk menghindari terjadinya efek samping saat dalam pengobatan.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan diazepam bersama dengan obat-obatan tertentu, diantaranya:

  • Dapat meningkatkan efek depresan terhadap sistem saraf pusat dengan penggunaan bersama obat antiviral (seperti amperenavir dan ritonavir), obat anestesi, narkotika analgesik, antidepresan, antipsikotik, anisiolitik, antihistamine, antipertensi, obat relaksan otot (seperti tizanidine atau baclofen) dan nabilone.
  • Pengeluaran obat diazepam dari dalam tubuh akan menurun bila dikonsumsi dengan antibiotik yang dapat mempengaruhi kerja enzim hati (misalnya isoniazid dan erythromycin), kontrasepsi oral, cimetidine dan omeprazole. Di sisi lain, obat antibiotik yang dikenal sebagai perangsang enzim hati (rifampicin) dapat meningkatkan pengeluaran obat di tubuh.
  • Dapat menekan pengeluaran obat digoxin dari dalam tubuh.
  • Meningkatkan kadar obat dalam darah jika dikonsumsi bersamaan dengan disulfiram.
  • Berpotensi menyebabkan pemburukan yang bersifat sementara pada penyakit Parkinson jika dikonsumsi bersama dengan levodova.
  • Dapat mengurangi efek terapi dari teofilin.

Efek Samping Obat Diazepam

Reaksi seseorang terhadap sebuah obat dapat berbeda-beda. Beberapa efek samping yang umum terjadi dalam penggunaan diazepam adalah:

  • Mengantuk atau pusing.
  • Lemas.
  • Gangguan fungsional koordinasi atau keseimbangan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Mudah lupa dan merasa bingung.
  • Bersikap agresif.

Jika terjadi efek samping secara berkepanjangan atau anda mengalami efek samping yang parah setelah menggunakan diazepam, seperti reaksi alergi, gejala infeksi, berhalusinasi, kesulitan berbicara atau menggerakan tubuh, tubuh menguning atau kesulitan berkemih, segera temui dokter atau pergi ke rumah sakit terdekat agar cepat ditangani. Jangan mengkonsumsi obat diazepam lebih dari yang dianjurkan karena overdosis yang ditimbulkannya berakibat fatal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *