Jika Terbukti Mahar, Parpol di Larang Ikut Pilpres!

larangan pilpres - matajurnal.com

Matajurnal – Larangan Pilpres kepada partai politik, Partai politik penerima uang mahar bisa dilarang ikut Pemilihan Presiden (Pilpres) di pemilihan berikutnya, jika memang terbukti menerima imbalan (mahar) dalam pencalonan Pilpres.

Menurut pasal 228 ayat 2 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, jika partai politik terbukti menerima imbalan (mahar), maka mereka akan dilarang mengajukan Capres dan Cawapresnya pada Pilpres di periode selanjutnya.

larangan pilpres - matajurnal.com

Larangan Pilpres Parpol Penerima Mahar

Anggota Badan Pengawas Pemilu ( BAWASLU) RI, Fritz Edward Siregar mengatakan, Bawaslu akan mengkaji tudingan Politisi Partai Demokrat Andi Arief terhadap Cawapres Sandiaga Uno yang memberikan uang Rp 500 miliar pada PAN dan PKS sebagai Mahar.

Uang itu diduga untuk memuluskannya menjadi pendamping Capres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.” Baru kemudian klarifikasi (kepada pihak-pihak yang bersangkutan),” ucap Fritz kepada semua awak media saat ditemui (13/08/2018).

Tidak hanya dilarang ikut Pilpres 2024, menurut Fritz, pencalonan Sandiaga di Pilpres 2019 juga bisa dibatalkan.

Isu mahar ini menguat setelah Andi Arief berkicau lewat akun Twetternya menuding Sandiaga memberikan PAN dan PKS uang sebesar Rp 500 miliar. Belakangan, Andi mengakui diperintah partainya untuk mengungkap mahar yang menerjang di kedua partai tersebut.

Dua Paartai politik yang kena tudingan tidak terima dan menolak keras, PKS pun telah melaporkannya kepada pihak yang berwajib. Andi tak kalah keras, dirinya meminta maaf dan bersedia dikonfirmasi dengan pihak yang merasa dirugikan oleh pernyataannya.

“Saya orang yang taat hukum, pasti akan hadir, tidak mungkin saya menghindar. Saya siap dikonfrontasi untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Sandiaga pun tidak membantah tudingan ini. “Terbuka saja saya bilang ini ada biayanya. Bagaimana penyediaannya, saya bersedia untuk menyediakan sebagian dari biaya kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan dan juga bantuan kepada partai pengusung. Itu yang menjadikan komitmen kami.” ujar Sandi.

Namun PAN membantah. “sampai pencalonan tidak ada satu sen pun yang diberikan Sandi kepada PAN,”kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Draja Wibowo. Tapi dirinya tidak membantah jika Sandi ingin mengeluarkan uang guna membantuh kebutuhan logistik kampanye.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *