Alus, Sindiran Sandiaga Uno Untuk Protes Kenaikan NJOP

Matajurnal – Kebijakan dan peraturan baru pemerintahan memicu protes para pengusaha. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyindir para pengusaha properti di Jakarta yang menurutnya terlalu berlebihan ketika memprotes kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP).

“Begitu naik, pasti protes. Jadi kita mengerti ini ternyata biasa, pasti komplain dulu terus begitu sudah untung langsung diam. Itu saya tahu banget, karena saya adalah pengusaha,” ucapan Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta pada Kamis (12/07).

Kenaikan NJOP DKI Jakarta!

Mantan bos perusahaan akuntan publik itu membandingkan dengan perilaku para pelaku investor dari luar negeri. Saat kunjungannya ke Singapura awal pekan lalu, Sandi mengaku tak ada kritik dari para investor properti Jakarta disana.

Sandi mengklaim mereka justru berterima kasih karena Pemprov DKI Jakarta membuka ruang lebih untuk bisnis properti. Meski begitu ia mengakui NJOP naik saat bisnis properti sedang lesu.

“Betul, pasar properti sekarang sedang boleh dikatakan lesu, stagnan, tapi kami harapkan karena ini berarti nilai properti juga naik,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan menekankan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Penentapan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2018. Pergub itu ditandatangani Anis pada 29 Maret dan diundangkan pada 4 April 2018.

Pergub itu mengatur kenaikan NJOP dengan rata-rata 19,54 persen, seperti:

  • Jl. Jendral Sudirman merupakan kawasan NJOP paling tinggi, yaitu Rp 93.963.000.
  • Jl. Pinang Sari Raya Jakarta Barat, yaitu Rp 29.375.000.
  • Jl. P Lebak Lestari Jakarta Selatan, yaitu Rp 23.623.000.
  • Jl. Pulo Letut dan Rawaterate I Jakarta Timur, yaitu Rp 7.455.000.
  • Jl. Garden Gardenia dan Gold Coast Avenue Jakarta Utara, yaitu Rp 18.375.000.
  • Jl. Pulau Putri Timur Kep.Seribu, yaitu Rp 8.145.000.

Ainis berdalih kenaikan NJOP di 2018 tidak setinggi di era sebelumnya. Gubernur DKI Jakarta itu mengklaim kenaikan ini tidak menyulitkan warga Jakarta. “ini semua berkaitan dengan DP nol persen untuk mereka dapat rumah,”ujar Anis Baswedan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *