5 Fakta Pengadaan Tempat Sampah Buatan Jerman Untuk Jakarta!

Pengadaan Tempat sampah di DKI Jakarta sudah menjadi viral di media sosial. Warganet mempersoalkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membeli tempat sampah hingga Impor dari Jerman, dengan total pengadaan anggaran sebesar Rp. 9,6 milyar.

Banyak dari berbagai kalangan ikut memberikan berbagai macam tanggapan dan pertanyaan terkait pengadaan tempat sampah mewah ini. Mari kita simak fakta-fakta terkait berikut ini:

Standar Internasional

Tempat sampah yang dibeli Dinas LH memiliki spek sesuai standar internasional. Tempat sampah itu dibuat di Jerman dan didatangkan ke Jakarta melalui PT Groen Indonesia sebagai Importirnya.

Isnawan juga menuturkan, Dinas LH sebenarnya mau membeli barang dalam negeri dengan kapasitas mumpuni dan sudah internasional. Namun Dinas LH tidak menemukan itu dalam e-katalog LKPP.

“Buatan dalam negeri itu belum ada, kalau ada pasti kita akan pakai buatan dalam negeri. Di LKPP itu tinggal dua, yang buatan Cina sama buatan Jerman” ujar Isnawan.

Isnawan mengatakan, PT Groen Indonesia memang bergerak dalam bidang waste management dan perangkat pendukung lainnya. Perusahaan ini pernah mengadakan tempat sampah yang sama untuk Surabaya. Dengan demikian, kualitas barangnya pun akan sesuai.

Pembelian Lewat E-Katalog

Pengadaan tempat sampah ini melalui pembelian e-katalog Lembaga Kebijakan Penyediaan barang/jasa Pemerintahan (LKPP). Dengan demikian tidak ada pemenang lelang dalam pengadaan barang ini. Dengan kata lain Menguntungkan pemerintah.

Mekanisme e-purchasing memberikan keleluasaan bagi pemerintash untuk memilih produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harga terbaik, ujar Isnawan.

Isnawn juga mengatakan, harga tersebut sudah lebih murah dari pasaran. Harga satu tempat sampah sekitar Rp. 3,6 juta, kalo di toko online bisa leih mahal. Disana bisa Rp. 4,4 juta untuk satuan dan itu buatan Cina yang belum bersertifikasi.

Sudah di Gunakan Sejak 2016

Selai itu, ternyata tempat sampah berukuran 660 liter yang dilengkapi roda sudah di gunakan sejak 2016. Dinas LH sudah membelinya secara bertahap sejak tahun 2016, akan tetapi tidak selalu buatan Jerman. “Tahun 2016 itu (pengadaan) dari Cina, tahun 2017 dari Jerman,”ujar Isnawan.

Dinas LH membeli 296 unit tempat sampah pada tahun 2016. Kemudian membeli lagi 1.500 unit pada tahun 2017 dengan rincian 1.000 unit berukuran 660 liter dan 500 unit berukuran 120-140 liter.

Dinas LH akan terus melakukan pengadaan tempat sampah standar internasional ini pada tahun berikutnya. “Karena kami masih butuh 3.800 lagi, tahun depan kami cicil (pengadaan) 1.200 (tempat sampah), lalu akan ditambah pada taub berikutnya,”katanya.

Berpasangan Dengan Truk Compactor

Sebenarnya tempat sampah ini merupakan pasangan dari truc compactor yang dibeli Dinas LH. Sejak 2016, Dinas LH secara bertahap mengganti mobil truk sampah terbuka dengan truk compactor. Dinas LH membeli 91 unit truk compactor pada saat itu.

Truk ini bisa langsung memadatkan sampah. Dengan menggunakan truk compactor, tetesan air lindi/air sampah tidak tercecer dijalan. “kami membeli compactor ini untuk memperbaiki sarana kebersihan, mau pakai truk terbuka terus,”ujar isnawan.

Dengan truk compactorini, tempat sampah tidak perlu diangkat untuk memindahkan sampahnya ke dalam truk. Tempat sampah tinggal dipasang pada katrol yang ada di truk. Kemudian truk compactor bisa secara otomatis mengangkat tempat sampah tersebut.

Modernisasi Pengolahan Sampah Jakarta

Melalui alat ini, Dinas LH sebenarnya melakukan modernisasi. Iswan mengatakan ke depannya akan ada pembenahan sistem pengolahan sampah di Jakarta. Selama ini proses pengumpulan sampag menuju TPST bantar gebang masih tradisional.

Dinas LH ingin meletakan temapat samapah Jerman ini di pemukiman, agar warga bisa langsung membuang sampah di tempat sampah itu. Proses seperti ini akan lebih efisien. Karena ketika jadwal pengambilan tiba, petugas hanya mendorongnya ke arah truk compactor.

“Petugas bisa mendorong bin beroda ini ke lokasi truk compactor dan langsung mengaitkan ke kait hidrolik. Tempat sampah akan terangkat ke dalam truk compactor. Ini persis seperti di negara-negara maju,” ujar Isnawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *