Budidaya Ikan Nila di Kolam Rumah Menggunakan Terpal

Budidaya-Ikan-Nila-di-Kolam-Rumah

Budidaya ikan nila di kolam rumah sama menjanjikannya dengan budidaya di kolam biasa (tanah yang luas). Ini bisa menjadi solusi terbaik buat kamu yang ingin membudidayakan ikan nila tapi dengan lahan yang sempit. Selain karena alasan sempitnya lahan, banyak para pembudidaya yang memilih kolam terpal karena lebih hemat.

Salah satunya adalah selagi tidak ada yang bocor, kolam terpal tidak harus disuplai air, sehingga hemat air. Ingin tahu lebih jauh tentang kiat sukses budidaya ikan nila di kolam rumah dengan menggunakan terpal? Ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

Tips dan Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Rumah Dengan Terpal

Budidaya Ikan Nila di Kolam Rumah

Persiapan kolam

Kedalaman kolam untuk budidaya ikan nila di kolam rumah dengan menggunakan terpal idealnya adalah 50-75 cm. Hal ini bertujuan agar ikan nila dapat berkembang dengan maksimal.

Konstruksi kolam terpal

Padatkan pinggir kolam yang diberi batu bata atau batako agar kuat, juga pada dasarannya agar kolam menjadi keras, dan rata. Setelah diberi batu bata, maka diberi sekam secara merata, kemudian terpal dipasang sesegera mungkin agar tidak kehilangan air. Jangan lupa pastikan terpal terikat dengan baik, ya.

Setelah semua terpasang, isi kolam dengan air dan keringkan kembali untuk tahap proses selanjutnya. Kamu perlu memeriksa sistem pengisian dan pembuangan air setelah kolam dikeringkan. Lalu yang terpenting, perkuat pinggiran kolamnya.

Pembibitan atau pembenihan hingga panen

  • Ciri benih ikan nila yang berkualitas memiliki panjang 5-10 cm dengan tingkah yang lincah.
  • Lapirsi dasar kolam dengan kapur 25 gram-1 kg dan pupuk kandang ½ kg per m2 dengan cara ditaburi, kemudian isilah kolam kembali dengan air.
  • Biarkan air tergenang selama 5-7 hari agar tumbuk plankton, kemudian tebar bibit ikan nila dengan kepadatan 5-10 ekor per m2. Hal ini bertujuan agar bibit ikan nila bisa tumbuh dengan sehat, subur dan cepat.
  • Setiap hari berilah ikan dengan pakan yang mengandung protein (20-30 %), karbohidrat (70 %), lemak (70%), juga dedaunan.

Pada umur 6 bulan, ikan nila sudah bisa dipanen dengan berat rata-rata 400 sampai 500 gram. Jika berniat untuk pembibitan, maka pilih beberapa ikan nila jantan dan betina yang sehat dan pisahkan ke kolam tersendiri.

Langkah-langkah dan tips di atas mudah sekali bukan? Ikan nila memang termasuk jenis ikan yang mudah dibudidayakan, itu pun tidak harus punya lahan yang luas. Jadi tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk budidaya ikan nila di kolam rumah, termasuk kamu. Meskipun sudah banyak orang yang melakukan usaha ini, tapi permintaan pasar selalu datang terus, mengingat ikan nila memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Baca juga;

Memulai Usaha Ternak Lele Dengan Lahan Yang Minim.

5 Inspirasi Budidaya Lahan Sempit Paling Menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *