Bisnis Model Kanvas, Ini Dia Strategi Para Startup!

bisnis-model-kanvas

Mata Jurnal Artikel Bisnis

Bisnis Model Kanvas, Ini Dia Strategi Para Startup! – Model Bisnis kanvas, Business model canvas atau Bisnis Model Kanvas adalah strategi manajemen dan template bagi lean startup untuk mengembangkan model bisnis baru atau mendokumentasikan bisnis yang sudah ada sebelumnya.

Anda jangan terlalu memusingkan mana yang lebih benar penyebutannya atau penulisan yang benar, karena poinnya yang ingin disampaikan bukan itu. Dan juga jangan pernah terpaku pada bentuk penjelasan yang disampaikan di bawah. Perlakukan template ini dengan fleksibel sesuai kondisi bisnis Anda.

Untuk memahami dengan lebih sederhana, business model canvas disajikan berupa chart / bagan visual dengan elemen – elemen yang menggambarkan strategi perusahaan seperti; product’s value proposition, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan perusahaan.

bisnis model kanvas - model bisnis kanvas

Bisnis Model Kanvas bertujuan membantu perusahaan dalam menyelaraskan aktivitas perusahaan mereka dengan goal perusahaan itu sendiri.

Terminologi Bisnis Model Kanvas awalnya diusulkan oleh Alexander Osterwalder yang melanjutkan karya sebelumnya tentang Ontologi Model Bisnis. Sejak dirilisnya karya Osterwalder pada tahun 2008, kanvas baru untuk ceruk bisnis (niche) yang lebih spesifik telah bermunculan.

Pengertian model bisnis itu sendiri dibagi ke dalam tiga kelompok. Pertama adalah model bisnis sebagai metode (cara), yang kedua adalah model bisnis yang dilihat dari aspek komponen-komponennya, dan pengertian ketiga adalah model bisnis sebagai strategi bisnis.

Penggunaan Model Bisnis Kanvas

Penggunaan Bisnis Model Kanvas pada umumnya didahului oleh pemetaan-pemetaan lainnya. Perusahaan dapat menganalisa kondisi perusahaan secara keseluruhan, kemudian perusahaan dapat melanjutkan dengan analisa SWOT.

Setelah melakukan analisa SWOT, maka hasilnya dapat membantu untuk mengevaluasi serta merancang bisnis model yang lebih efisien dan efektif lagi di masa depan menggunakan Bisnis Model Kanvas.

Elemen Bisnis Model Kanvas

Selanjutnya kita masuk ke dalam penjelasan yang lebih dalam tentang elemen-elemen yang terdapat dalam Bisnis Model Kanvas.

Terdapat sembilan elemen dalam Bisnis Model Kanvas, yang secara berurutan (pada umumnya) akan dijelaskan di bawah ini.

Customer Segment – business model canvas

Elemen Bisnis Model Kanvas yang pertama adalah customer segment. Untuk membangun model bisnis yang efektif, perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan mana yang akan dilayani.

Berbagai rangkaian pelanggan dapat tersegmentasi berdasarkan kebutuhan dan atribut yang berbeda untuk memastikan penerapan strategi perusahaan yang sesuai dengan karakteristik kelompok klien terpilih.

Berbagai jenis segmen pelanggan meliputi:

  • Mass: Tidak ada segmentasi spesifik untuk perusahaan karena organisasi tersebut menampilkan pandangan yang luas tentang calon klien.
  • Niche: Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik khusus dari kliennya.
  • Segmented: Perusahaan menerapkan segmentasi tambahan dalam segmen pelanggan yang ada. Dalam situasi yang tersegmentasi, bisnis dapat membedakan kliennya berdasarkan jenis kelamin, usia, atau pendapatan.
  • Diversify: Bisnis melayani beberapa segmen pelanggan dengan beragam kebutuhan.
  • Multi-Sided Platform / Market: Untuk operasi bisnis sehari-hari, beberapa perusahaan akan melayani segmen pelanggan yang saling bergantung. Sebuah perusahaan kartu kredit akan memberikan layanan kepada pemegang kartu kredit sekaligus membantu pedagang yang menerima kartu kredit tersebut.

Value Proposition – business model canvas

Komponen bisnis model kanvas berikutnya adalah value proposition.

Di samping untuk mengejar profit perusahaan itu sendiri, penting disadarai bahwa beragam produk dan layanan yang ditawarkan oleh sebuah bisnis pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Value proposition adalah keunggulan – keunggulan kompetitif perusahaan yang mampu membedakan dirinya dari kompetitornya.

Value Proposition dapat juga berupa elemen kuantitatif seperti harga dan efisiensi, dan elemen kualitatif seperti pengalaman pelanggan dan hasil secara keseluruhan.

Value proposition itu sendiri dapat diambil dari karakter-karakter seperti:

  • newness
  • performance
  • customization
  • “getting the job done”
  • design,
  • brand / status,
  • price,
  • cost reduction,
  • risk reduction,
  • accessibility, dan sebagainya.

Channel – business model canvas

Elemen Bisnis Model Kanvas yang berikutnya adalah channel atau saluran. Maksudnya di sini adalah saluran-saluran yang digunakan untuk mendistribusikan value proposition di atas.

Terdapat beragam saluran tersedia, namun tantangannya adalah bagaimana memilih saluran distribusi yang tepat, yang sesuai dengan customer segment.

Saluran yang efektif akan mendistribusikan proposisi nilai perusahaan dengan cara yang cepat, efisien dan hemat biaya.

Suatu organisasi dapat menjangkau kliennya melalui saluran sendiri (front store), saluran mitra (distributor utama), atau kombinasi keduanya.

Customer Relationship – business model canvas

Elemen pada business model canvas selanjutnya adalah customer relationship. Untuk memastikan kelangsungan hidup dan kesuksesan bisnis apa pun, perusahaan harus mengidentifikasi jenis hubungan yang ingin mereka ciptakan dengan segmen pelanggan mereka. Berbagai bentuk elemen hubungan pelanggan pada model bisnis kanvas meliputi:

  • Layanan Bantuan Pribadi: Bantuan dalam bentuk interaksi pelanggan-karyawan. Bantuan tersebut dilakukan baik selama penjualan, purna jual, dan / atau keduanya.
  • Layanan Bantuan Pribadi Khusus: Perusahaan memberikan bantuan pribadi di mana perwakilan penjualan ditugaskan untuk menangani semua kebutuhan dan pertanyaan dari sekumpulan klien khusus.
  • Layanan Mandiri:  Di sini, sebuah perusahaan menyediakan infratruktur yang dibutuhkan agar pelanggan dapat melayani diri mereka dengan mudah dan efektif.
  • Automated Services: Sebuah sistem yang mirip dengan layanan mandiri namun lebih dipersonalisasi karena memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi pelanggan individual dan preferensinya. Contohnya adalah Amazon.com membuat saran buku berdasarkan karakteristik dari buku sebelumnya yang dibeli.
  • Komunitas: Menciptakan sebuah komunitas memungkinkan interaksi langsung antara berbagai klien dan perusahaan. Platform komunitas menghasilkan skenario dimana pengetahuan dapat dibagi dan masalah dipecahkan di antara klien yang berbeda.
  • Co-creation: Hubungan pribadi diciptakan melalui masukan langsung / review atau survey pelanggan dalam hasil akhir produk / layanan perusahaan.

Revenue Streams – business model canvas

Bisnis model kanvas selanjutnya memiliki komponen yang bernama revenue streams. Revenue streams adalah cara perusahaan menghasilkan pendapatan dari setiap segmen pelanggan. Beberapa cara dalam model bisnis kanvas untuk menghasilkan arus pendapatan:

  • Penjualan Aset – (tipe yang paling umum) Menjual hak kepemilikan atas barang fisik. misalnya Perusahaan ritel
  • Biaya Penggunaan – Uang yang dihasilkan dari penggunaan layanan tertentu mis. UPS
  • Biaya Langganan – Pendapatan yang dihasilkan dengan menjual layanan berkelanjutan. misalnya Netflix
  • Lending / Leasing / Renting – Memberikan hak eksklusif atas aset untuk jangka waktu tertentu. misalnya Leasing a Car
  • Perizinan – Pendapatan yang dihasilkan dari bayaran royalti / penggunaan kekayaan intelektual yang dilindungi.
  • Biaya Pialang – Pendapatan yang dihasilkan dari layanan perantara antara 2 pihak. misalnya komisi pialang penjualan rumah.
  • Periklanan – Pendapatan yang dihasilkan dari biaya pengisian untuk periklanan produk.

Key Resources – business model canvas

Bisnis model kanvas selanjutnya adalah key resources atau sumber daya yang diperlukan untuk menciptakan value bagi pelanggan. Mereka dianggap sebagai aset bagi perusahaan, yang dibutuhkan untuk menopang dan mendukung bisnis.

Sumber daya ini bisa berupa sumber daya manusia, finansial, aset fisik dan intelektual.

Key Activities – business model canvas

Bisnis model kanvas selanjutnya adalah key activities atau kegiatan terpenting dalam mewujudkan keunggulan kompetitif yang diinginkan sebuah perusahaan.

Contoh yang paling umum elemen pada model bisnis kanvas yang satu ini adalah berupa daftar aktivitas apa saja yang sekiranya akan menciptakan aliran rantai pasok yang efisien untuk menurunkan biaya produksi.

Key Partners – business model canvas

Elemen Bisnis Model Kanvas berikutnya adalah key partners. Setelah mengetahui kegiatan apa saja yang dapat menciptakan aliran rantai pasok yang efisien, selanjutnya dalam model bisnis kanvas kita mulai menentukan pihak-pihak yang akan menempati titik-titik dalam rantai pasok tersebut.

Dalam rangka mengoptimalkan operasional dan mengurangi risiko bisnis, perusahaan bisa juga melakukan kerjasama antara pemasok dan pemasok sehingga mereka dapat fokus pada aktivitas inti mereka.

Bisa juga berupa membentuk aliansi bisnis melalui usaha patungan, bahkan aliansi strategis antara kompetitor dan non kompetitor.

Cost Structure – business model canvas

Elemen Bisnis Model Kanvas yang terakhir adalah cost structure. Elemen model bisnis kanvas ini memberikan gambaran tentang konsekuensi apa saja yang wajib dipertimbangkan untuk memenuhi aktivitas bisnis mereka dari segi finansial.

Karakteristik dari cost structure antara lain:

  • Cost-Driven – Elemen model bisnis kanvas ini berfokus pada meminimalkan semua biaya dan tanpa embel-embel. misalnya Maskapai berbiaya rendah
  • Value-Driven– Kurang peduli dengan beban biaya, model bisnis ini berfokus untuk menciptakan value lebih bagi produk dan layanan mereka.
  • Fixed Costs– Biaya tidak berubah di berbagai penerapan aktivitas, misalnya gaji, sewa.
  • Variable Costs– Biaya yang bervariasi tergantung pada jumlah produksi barang atau jasa, misalnya bisnis event, festival musik.
  • Economies of Scale – Biaya semakin rendah apabila jumlah barang dipesan atau diproduksi semakin besar.
  • Economies of Scope – Biaya semakin rendah karena menggabungkan bisnis lain yang memiliki hubungan langsung dengan produk aslinya.

Contoh Bisnis Model Kanvas

Setelah mengetahui tentang penjabaran semua elemen dalam bisnis model kanvas, berikut ini dapat anda simak contoh dari bisnis model kanvas dari perusahaan Uber.

contoh bisnis model kanvas uber - business model canvas - model bisnis kanvas

Baca juga Artikel Bisnis lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *