Sat. Dec 1st, 2018

Berkedok Ngaji Bareng, Bomber Surabaya & Sidoarjo Ngerakit Bom!

Polri mengakui sempat mengendurkan pengawasan terhadap kelompok terduga teroris di Jawa Timur. Sebab, intelijen melihat intaiannya itu sudah kembali beraktivitas dengan warga sekitaran secara normal. Hal ini yang membuat polri Kecolongan.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, bomber tiga gereja di Surabaya dan Rusunawa Sidoarjo yakni Dita Oeprianto, Anton Ferdiantono, dan Tri Murtiono diketahui merakit bom sendiri buah belajar melalui tutorial di internet.

“Mereka kan memang setiap minggu menurut anaknya Anton, mereka ada pengajian. Di pengajian itu disampaikan film-film tentang kekerasan, film-film manual tentang pembuatan bom,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (24/5).

Jaringan teroris di Jawa Timur ini sejatinya sudah lama diawasi oleh intelijen Densus 88 Antiteror Polri.

Namun Polri sempat mengendurkan pengawasan lantaran terpantau adanya perubahan yang lebih baik. “Memang sekitar tiga bulan terakhir sebelum kejadian kan, dari Densus pengawasannya agak dikendurkan karena melihat yang bersangkutan sudah bersosialisasi dengan masyarakat dengan baik,” ucap Setyo.

Dilonggarkannya pengawasan rupanya menjadi celah bagi Dita cs untuk merakit bom. “Karena dia (Dita) sendiri kan membuat herbal-herbal, itu jadi orang nggak curiga gitu kalau dia sedang meracik (bom),” tutur Setyo.

Bom bunuh diri meledak di tiga gereja di Surabaya hampir bersamaan pada Minggu 13 Mei 2018 pagi. Malamnya, bom rakitan meledak di salah satu unit Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Bom bunuh diri juga meledak di gerbang Mapolrestabes Surabaya esoknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *